Publikasi Detail

Analisis Permasalahan Kekerasan pada Perempuan dalam Mencapai Kesetaraan Gender: Perspektif Teologi Pembebasan (Asghar Ali Engineer)

2023-10-26

Essai

0

Penulis : Arif Budiman

Image

Penulis: Malika Zakia Putri

 

PENDAHULUAN

Ditengah maraknya kasus kekerasan pada perempuan yang terjadi di Indonesia, maka sudah sepantasnya jika permasalahan terkait kesetaraan gender dipandang sebagai hal yang serius. Jika tidak, maka akan terus terjadi roda perputaran penindasan kepada perempuan yang semakin wajar untuk dilakukan. Dalam hal ini, Asghar Ali Engineer seorang tokoh pemikir islam, menerangkan bahwa Islam menempatkan perempuan pada posisi yang sama dengan laki-laki. Beliau menentang persoalan perempuan dalam Islam yang melekat unsur patriarki, pada tafsir klasik Al-Qur’an. Sehingga dasar pandangan teologi pembebasan beliau menegnai kesetaraan gender memiliki dua aspek yaitu normatif dan konstektual. Dalam tulisan ini akan membahas mengenai analisis permasalah kekerasan pada perempuan dalam mencapai kesetaraan gender, yang di tinjau dari perspektif teologi pembebasan oleh tokoh Islam kontemporer yaitu Asghar Ali Engineer.  Keadilan bagi laki-laki dan perempuan sangat dijunjung tinggi dalam ajaran islam, nilai-nilai seperti perdamaian, pembebasan, kesamaan hak atau derajat antara laki-laki dan perempuan sejatinya untuk menyelamatkan, membangkitkan dan menghidupkan keadilan yang nyata, sehingga dapat dimaknai juga sebagai pembela hak-hak perempuan. 

Pandangan rendah terhadap perempuan, strereotype negatif, pelecehan bahkan kekerasan terhadap perempuan sudah bukan lagi menjadi rahasia umum, di era modern seperti saat ini menampilkan sebuah fakta bahwa kesetaraan terhadap perempuan belum sepenuhnya menjadi kenyataan, seperti dikutip dari Databoks tahun 2023  tecatat banyaknya data kekerasan pada perempuan, sebanyak 19 ribu kasus. Dengan jumlah laporan kasus korban kekerasan di Indonesia per 1 Januari sampai dengan 27 September 2023 angka tertinggi berada diusia 13-17 tahun dengan jumlah korban mencapai 7.451. Sehubungan dengan pemaparan diatas, peneliti ingin mengetahuai pertama, bagaimana teologi pembebasan Asghar Ali Engineer. Kedua, bagaimanakah teologi pembebasan Asghar Ali Engineer dalam memandang permasalaham kekerasan pada perempuan, sebagai upaya kesetaraan dalam gender.

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. BIOGRAFI SINGKAT ASGHAR ALI ENGINEER

Asghar Ali Engineer lahir pada 10 Mret 1939 di Sulamba, Rajhastan, Udaipur. Beliau merupakan seorang teolog dan pemikir feminisme Islam. Asghar Ali Engineer wafat di umurnya yang ke 74 tahun, pada 14 Mei 2013 di Santacruz, Mumbai, India. Beliau besar di tengah keadaan yang kemelut pergolakan etnis, politik, ketimpangan ekonomi dan konflik agama di India. Ayah nya bernama Syeich Qurban Husein, Ibunya bernama Maryam. Sebagaiman pada umumnya anak seusianya, Ashar Ali Engineer kecil pun memulai pendidikannya di sekolah negeri yang menajaekan tentang pengetahuan sekuler dan modern, dengan menamatkan pendidikan di sekolah yang berbeda-beda seperti; Hosanghabad, Wardha, Dhawas dan Indore. (Fadila, 2023) selama hidupnya, Asghar Ali Engineer banyak mendapatkan berbagai ajaran mengenai keIslaman, sperti; tafsir Al-Qur’an, fiqh, hadis, dan bahasa arab dari ayahnya kemudian dikembangkan oleh dirinya sendiri. (Juliani & Hambali, 2022)

Sepanjang perjalanan Asghar Ali Engineer meninggalkan banyak karya yang terdiri dari berbagai kategori seperti tentang teologi pembebasan, gender, Islam secara umum dan Komunalisme. Berikut merupakan beberapa karya dari Asghar Ali Engineer: Islam and Revolution (1984), The Origin and Development of Islam (1987), Status of Women in Islam (1987), Justice, Women and Communal Harmony in Islam (1989), The Right of Women in Islam (1992), dan The Qur’an, Women and Modern Society (1999).

 

  1. TEOLOGI PEMBEBASAN ASGHAR ALI ENGINEER

Pada mulanya, teologi pembebasan lahir di Eropa Barat sekitar abad 20 an. Teologi pembebasan menjadi istilah baru yang hadir sebagai jawaban dari tantangan peran agama dengan memberi kebebasan dan menghindarkan manusia dari ancaman globalisasi, sehingga teologi pembebasan ini hadir dalam memberikan paradigma baru bagi masyarakat dengan mencoba memperbaiki masalah-masalah mengenai sistem sosial masyarakat. Dalam pandangannya, Asghar Ali Engineer memiliki pandangan bahwa Islam merupakan agama yang memberi pembebasan. Tetapi dengan adanya teologis menghantarkan kepada penindasan terhadap kelompok bawah yang mengakibatkan ketidakadilan dalam masyarakat.

Asghar Ali Engineer menjelaskan bahwa dari teologi pembebasan dapat ditarik empat unsur pertanyaan. Pertama, memandang bahwa kehidupan manusia di akhirat dan didunia menjadi langkah awal. Kedua, dalam pandangan teologi ini pembebasan menolak keras atas adanya status quo yang melindungi orang kaya terhadap orang miskin. Ketiga, teologi ini memiliki andil dalam beberapa konflik yang menyangkut ketidakadilan yang berakhir kepada ketertindasan terhadap salah satu kelompok. Keempat, dalam teologi pembebasan ini memiliki anggapan jika manusia adalah makhluk yang bebas dalam memilih bagaimana kehidupannya sendiri. (Juliani & Hambali, 2022)

Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi asas keadilan, keharmonisan serta kesetaraan dan menentang keras penindasan (kekerasan) seperti yang dijelaskan di Al-Qur’an. Teologi pembebasan lahir dengan mengkombinasikan antara aksi, iman dan akal, karena teori ini mementingkan aspek praktis yang menjunjung pembebasan. Maka dari itu, dalam menegakkan suatu keadilan serta pembebasan, teologi pembebasan dalam perspektif Asghar Ali Engineer memiliki beberapa konsep pokok dalam menciptakan sebuah revolusi. Pertama, Tauhid. Beliau beranggapan jika tauhid bukan hanya ditafsirkan sebagai pengesaan Tuhan saja, melainkan tauhid disini ditafsirkan sebagai kestuan manusia. Tetapi hal tersebut tidak akan lahir jika tidak ada masyarakat tanpa kelas. Kedua, iman. Iman kepada pencipta akan menghantarkan kita dalam memperjuangkan penegakan keadilan, kesetaraan dan kebenaran. Sehingga iman dimanifestasikan agar manusia tidak memperbudak manusia lain dengan memikirkan dirinya pribadi. Kemudian ada, jihad. Jihad bukan hanya ditafsirkan perang, tetapi jihad dalam artian luas dapat dimaknai sebagai kesungguhan hati seseorang dalam beribada guna mendapatkan ridho dari Tuhan. Dalam kaitannya teologi pembebasan jihad ditafsirkan sebagai melawan mustakbirin (orang-orang yang sombong dan kuat) sehingga dapat membebaskan manusia yang lemah dan mengalami ketertindasan dan ketidakadilan. (Juliani & Hambali, 2022)

DAFTAR PUSTAKA

Fadila, Y. (2023). Islam dan Pembelaan Terhadap Perempuan: Studi Pemikiran Asghar Ali Engineer Teologi Pembebasan. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, Dan Fenomena Agama, 24(1), 98–117. https://doi.org/10.19109/jia.v24i1.16519

Farah, N. (2020). Hak-hak perempuan dalam Islam. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 15(2), 183–206. https://doi.org/10.24090/yinyang.v15i2.3953

Juliani, A., & Hambali, R. Y. (2022). Teologi Pembebasan Perempuan Perspektif Asghar Ali Engineer. Jurnal Riset Agama, 2(2), 22–34. https://doi.org/10.15575/jra.v2i2.17551

Nabilah, M. (2023). Ada 19 Ribu Kasus Kekerasan di Indonesia, Korbannya Mayoritas Remaja. Databoks.Katadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/09/27/ada-19-ribu-kasus-kekerasan-di-indonesia-korbannya-mayoritas-remaja

Rosnaeni, R. (2021). Pandangan Asghar Ali Engineer Tentang Kesetaraan Gender. Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan Tadarus Tarbawy, 3(2), 346–353. https://doi.org/10.31000/jkip.v3i2.4787

Diam amet eos at no eos
Admin Web Design 15
Diam amet eos at no eos
Admin Web Design 15
Diam amet eos at no eos
Admin Web Design 15

0 Komentar

Tidak ada komentar

Tinggalkan komentar

HMI

Himpunan Mahasiswa Islam adalah organisasi mahasiswa yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 5 Februari 1947, atas prakarsa Lafran Pane beserta 14 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam.

Kontak kami

Alamat

Dll

Email

hmikomisariatdakush47@gmail.com

Telepon

085785005676

Berlangganan

© HMI Dakush. All Rights Reserved. 2023